Hanya Diberi Waktu 3 Hari, PETI Segera Keluar Bungo

Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:00:47 WIB

BUNGOINDEPENDENT.COM, MUARABUNGO -  Pelaku  aktifitas Penambang Emas Tampa Izin ( PETI) yang berada seluruh penjuru kecamatan  se-Kabupaten Bungo hanya diberikan waktu tiga hari kedepan untuk menghentikan aktifitasnya. Membandel, semua akan dibersihkan dan ditindak keras tanpa pandang bulu dan lokasinya dimana.

Hal ini bukan hanya gertak sambal, diakui oleh Wabup Bungo H. Safrudin Dwi Apriyanto, bersama Forkompinda dan stakeholder, Rabu (13/10/2021) telah membentuk Forum Group Discussion dalam rangka penanggulangan PETI sekaligus penandatanganan deklarasi pemberantasan PETI di Bumi Langkah Serentak Limbai, Seayung di Kabupaten Bungo .

" Kita sudah sepakat bersihkan aktifitas PETI di Kabupaten Bungo. Sebelum ditindak kita memberikan kesempatan bagi siapapun untuk berhenti melakukan aktifitas," ujar Wabup.

Wabup juga mengakui, pemerintah juga mencari solusi mendorong  legalitas ijin Pertambangan Rakyat ke kemen ESDM dan merevitalisasi bekas Tambang menjadi lahan ramah lingkungan.

Senada yang disampaikan oleh Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro, Kesepakatan dan komitmen bersama dalam memberantas PETI tidak langsung melakukan tindakan melainkan memberikan deadline dan kesempatan kepada warga untuk berhenti  selama 3 hari.

" Oo, kalau masih membandel kita lihat saja nanti. Yang pastinya kita tindak Tampa  pandang bulu. Penindakan bukan dari polres saja  melainkan dari tim," ungkap Polres.

Langkah awal selama kurun waktu deadline dikatakan Kapolres, pemerintah daerah, TNI/polri bersama stokholder lainnya akan melakukan himbauan kepada warga dari kabupaten, kecamatan hingga sampai tingkat desa. Berharap himbauan ini segera dipatuhi dan diindahkan.

Empat poin dekralasi yang sudah disepakati meliputi:

 1.Mengambil Sikap Melawan PETI yang telah merusak lingkungan dan alam.

  1. Tidak melibatkan diri Secara langsung maupun tidak langsung dalam segala bentuk Aktifitas PETI.
  2. Melakukan Langkah-Langkah Pemberantasan PETI secara Nyata dan Tuntas dan keempat Menjamin Upaya Pemulihan Lingkungan yang telah rusak Akibat PETI.

Hadir menjadi utusan dalam dekralasi tersbut, Wakil Bupati Bungo, Kapolres Bungo, Dandim Bute 0416, Wakil Ketua DPRD,  Unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, sehingga jajaran, para  Kepala OPD, camat, jajaran  Kapolsek dan para Datuk Rio.(abu)

Poin Keputusan Bersama

  1. Sepakat dan berkomitmen bersama memberantas peti di Kab Bungo dan menuangkan dalam Deklarasi Menolak Peti .
  2. Akan memberikan Himbauan terkait Aktifitas PETI di seluruh Kab. Bungo serta Diberikan Deadline minimal 3 (tiga) hari paling lama 7 (tujuh) hari membersihkan aktifitas sebelum dilakukan Penertiban.
  3. Membentuk Tim Penanggulangan PETI dengan melibatkan seluruh Stakeholder Terkait
  4. Tim akan melakukan Penertiban pasca himbauan dilaksanakan
  5. Pemerintah Kab. Bungo akan mendorong Legalitas ijin pertambangan Rakyat ke kemen ESDM
  6. Akan Merevitalisasi bekas Tambang menjadi lahan ramah lingkungan
  7. Akan digelar kegiatan FGD Lanjut di tingkat Kecamatan rawan PETI bersama Datuk Rio dan masyarakat yang selama ini ber-Aktifitas PETI.

Kegiatan Dihadiri Oleh :

- Wakil Bupati Bungo;

- Kapolres Bungo;

- Dandim Bute 0416;

- Wakil Ketua DPRD Kab Bungo;

- Unsur Forkopimda Kab. Bungo,

- Kabag Ops Polres Bungo;

- Kasat Reskrim Polres Bungo;

- Kepala OPD Kab. Bungo;

- Camat Jajaran Kab Bungo;

- Kapolsek Jajaran Kab Bungo;

- Datuk Rio Batu Kerbau Kab Bungo.

  1. Penandatanganan Deklarasi PETI dengan isi "kami yang tangan dibawah ini sepakat untuk :

- Mengambil Sikap Melawan PETI yang telah Merusak lingkungan dan Alam

- Tidak melibatkan diri Secara langsung maupun tidak langsung dalam segala bentuk Aktifitas PETI

- Melakukan Langkah-Langkah Pemberantasan PETI secara Nyata dan Tuntas

- Menjamin Upaya Pemulihan Lingkungan yang telah rusak Akibat PETI.






BERITA BERIKUTNYA

loading...