Perjuangan Tenaga Medis di Perbatasan untuk Memasifkan Vaksinasi

Jemput Bola, Tak Kenal Lelah Melayani Demi Hindari Warga dari Covid-19

Jumat, 09 Juli 2021 | 11:11:32 WIB

Warga Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo terlihat antri untuk mendapatkan vaksinasi di Puskesmas Pulau batu, Selasa pagi(06-07-2021). Sementara photo bawah, warga yang mendapat vaksinasi di Puskesmas Rantau Ikil, Kamis(08-07-2021).
Warga Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo terlihat antri untuk mendapatkan vaksinasi di Puskesmas Pulau batu, Selasa pagi(06-07-2021). Sementara photo bawah, warga yang mendapat vaksinasi di Puskesmas Rantau Ikil, Kamis(08-07-2021).

BUNGOINDEPENDENT.COM, MUARABUNGO – Antrian panjang warga di Puskesmas Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo Selasa pagi(06-07-2021) menjadi pemandangan tak biasa di pusat pelayanan kesehatan wilayah perbatasan Jambi-Sumatera Barat tersebut.  Rupanya, itu adalah warga yang sedang mengantre untuk mendapatkan pelayanan vaksin covid-19.

Para warga itu terlihat sudah ramai sejak pagi. Mereka cukup santai sambil menunggu namanya dipanggil. Namun yang menarik, meski ramai mareka juga terlihat selalu menjaga jarak satu dengan lainnya.     

Warga dua Kecamatan di Jujuhan memang masuk kategori wilayah beresiko tinggi terpapar covid-19. Maklum, dua kecamatan itu menjadi pintu gerbang masuk ke wilayah Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.

Arus orang sangat padat di dua Kecamatan yang namanya hampir sama itu. Yaitu Jujuhan sebagai Kecamatan induk dan Jujuhan Ilir sebagai Kecamatan pemekaran. Setiap ada upaya penyekatan baik dari Kabupaten maupun Provinsi Jambi, wilayah ini juga menjadi perhatian utama. Sebab, berbatas langsung dengan Sumatera Barat. Sekaligus menjadi pintu masuk arus orang dari sejumlah Provinsi dari sumatera bagian barat. Selain Sumatera Barat, juga dari Provinsi Riu, Kepulaun Riu, Sumatara Utara dan Aceh. Demikian pula sebaliknya. Sebab, dua Kecamatan ini berada di jalur lintas sumatara.

Tenaga medis, pejabat dan aparat yang bertugas di wilayah ini juga harus berpikir dan memiliki tenaga ekstra untuk mengamankan warganya. Terutama di saat mewabahnya covid-19 terakhir. Mereka tak boleh lengah. Tak sebatas itu, wilayah ini juga ditinggali pendatang sangat banyak. Sebab sejumlah perusahaan perkebunan dan pertambangan yang memiliki banyak pekerja dari luar berdiri di dua Kecamatan ini. Terutama Kecamatan Jujuhan.

Kepala Puskesmas Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Hidayah S.Kep, mengaku sejak awal mewabahnya covid-19 mereka sudah berjuang sekuat tenaga untuk melayani demi menyelamatkan warga. Tentu katanya itu bersama-sama dengan semua unsure yang ada, pihak Kecamatan, Polsek Jujuhan, Danramil melalui Babinsa, Pemerintahan Dusun(Desa), BPD dan tokoh masyarakat.   

Berbagai program dari Bupati melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo katanya telah mereka jalankan untuk itu. Terakhir, Puskesmas yang dia komandoi melayani vaksinasi secara massal kepada para lansia, pelayanan public, tenaga kesehatan dan masyarakat umum.

Sosialisasi katanya terus mereka lakukan agar semuanya bisa divaksinasi. Tak sebatas di Puskesmas, mereka juga bergerak jemput bola ke tengah masyarakat. Melakukan sosialisasi hingga ke dusun-dusun. Supaya semuanya terlayani, Puskesmas Pulau Batu juga memberikan pelayanan setiap hari kepada semua warga yang ingin divaksin.

Hasilnya, cukup menggembirakan. Per Selasa (6-7-2021)  sebanyak 80 persen lansia sudah divaksinasi. “Kami buka setiap hari untuk melayani vaksinasi,” ujar Hidayah.

Dia mengakui melayani warga disaat pandemi covid-19 tidak mudah. Tapi dengan berbagai upaya yang dilakukan selama ini. Melibatkan semua pihak, antusias masyarakat di Kecamatan Jujuhan Ilir untuk mendapatkan vaksin cukup tinggi. Warga dua dusun, yaitu Bukit Sari dan Aurgading tercatat memiliki antusis paling tinggi mendapatkan vaksin.

“Alahmdulillah, respon masyarakat untuk melakukan vaksinasi sangat tinggi,” kata Hidayah.

Perjuangan tak sederhana juga dialami oleh tenaga medis di Puskesmas Rantau Ikil Kecamatan Jujuhan. Kepala Puskesmas, Masajaya, mengungkapkan tenaga medis tak kenal lelah memberikan pelayanan yang terbaik.

Meski beresiko tinggi ikut terpapar, tetapi setiap tenaga medis selalu dengan iklas memberikan segenap kemampuan melindungi warga. Tak sebatas di Puskesmas, para tenaga medis juga harus berada di garda terdepan setiap ada pos pemeriksaan untuk covid-19. Salah satunya seperti Pos penyekatan saat lebaran lalu.

Tenaga medis di Puskesmas Rantau Ikil katanya memang harus selalu siap untuk itu. Sebagai tenaga medis di wilayah perbatasan dan perlintasan karena berada di pintu gerbang. Tenaga medis di wilayah ini memeng disiapkan untuk melayani warga dalam setiap kondisi.

Dengan upaya dan kerja keras kata Masajaya, program vaksinasi yang menjadi prioritas saat ini untuk menghindari warga dari covid-19 di Kecamatan Jujuhan hasilnya cukup baik. Setiap hari sudah mulai ada peningkatan tajam kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Termasuk patuh dengan protokol kesehatan.

Buktinya, Kamis pagi (8-7-2021) antrian panjang terlihat di Puskesmas Rantau Ikil. Warga dengan mematuhi protokol kesehatan itu ternyata rela antri untuk melakukan vaksinasi.

Rupanya Kamis pagi adalah jadwal untuk warga dusun Rantau Ikil. Rio(Kepala Desa) Rantau Ikil H.Alkahfi dan BPD turun langsung memandu masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Menurut Masajaya, itu adalah berkat upaya dan kerja keras bersama. Puskesmas katanya tidak bisa sendiri. Pemerintahan Dusun dan semua pihak harus aktif agar tujuan dan target vaksin tercapai.

"Respon masyarat untuk melakukan vaksinasi sangat meningkat. Terbanyak dusun Sirih Sekapur Perkembangan, Talang Pamesun disusul dusun Rantau Ikil. Kami sudah melakukan vaksinasi bagi umur 18 tahun kalau yang untuk umur 12 tahun kami belum berani belum ada petunjuk dari dinas,” ujar Masajaya.

Katanya, demi menghindari kerumunan pihak Puskesmas  membuat jadwal vaksinasi per dusun.  Termasuk bagi warga yang ingin divaksin juga harus melapor ke Rio terlebih dahulu. Rio yang akan membawa warga itu ke Puskesmas.  Tujuannya kata dia agar lebih tertib dan terkontrol.

Sebagai tenaga medis di Perbatasan, Masajaya sangat berharap dukungan semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tenaga medis, aparat,  tetapi juga semua elemen, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi-organisasi, paguyuban harus mendukung program vaksinasi ini. Sehingga dengan demikian, diharapkan semua warga yang layak bisa mendapatkan vaksin. Tujunnya, semua bisa selamat dari covid-19.(bi/red)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...