Wacanakan Pemilu Tanpa Kertas Suara

Selasa, 15 Juni 2021 | 11:17:59 WIB

BUNGOINDEPENDENT.COM, JAMBI - Pelaksanaan Pilkada serentak dan Pemilu dipastikan akan dihelat di tahun 2024. Penyelenggara Pemilu harus kerja ekstra. Ini mengingat jarak pelaksanaan Pileg dan Pilpres dengan Pilkada, hanya terpaut beberapa bulan. Jadwal sementara, Pileg dan Pilpres dilaksanakan bulan April, sementara Pilkada serentak pada bulan November 2024.

Untuk tahapan pertama saja, penyelenggara Pemilu harus menghadapi Pilpres, Pileg DPR RI, Pileg DPRD Provinsi, Pileg DPRD kabupaten/kota dan DPD.

KPU tengah mensiasati beberapa hal untuk melancarkan ajang politik tersebut. Salah satunya, wacana pemungutan suara pemilu melalui teknologi informasi demi menyederhanakan mekanisme pemungutan suara. Ketua KPU Provinsi Jambi, M Subhan mengatakan, memang wacana itu masih dimatangkan. Apakah bisa diterapkan pada Pemilu 2024 mendatang atau tidak.

“Nanti akan dibahas lagi bersama pemerintah dan DPR,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin (14/6). Dalam wacana yang tengah dirancang itu, lanjutnya, pemungutan suara nantinya mirip seperti penggunaan aplikasi android. Pemilih tinggal menyebut pilihan, lalu sistem informasi akan mengalkulasi perhitungan suara.

"Itu dilakukan untuk menyederhanakan sistem, biar kerja penyelenggara bisa singkat, kemudian juga membantu mempermudah pemilih untuk menyalurkan hak suaranya,” jelasnya.

Artinya, di tempat pemungutan suara, tidak perlu lagi surat suara. Pemilih nantinya tak akan menyebutkan pilihan pada petugas, melainkan pada gawai yang tersedia di TPS.

Namun saat ini, KPU RI masih mencari formula yang cocok dalam mensiasati tahapan kontestasi politik kali ini. "Tahapan setahun sebelum pelaksanaan, harus dipersiapkan dengan matang," katanya.

Citra Darminto, pengamat politik Jambi menyebutkan, penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU tentu harus segera memetakan skema penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

"Ini bukan tugas ringan. Harus memang benar-benar diperhatikan segala skemanya dengan matang," katanya. Namun, dirinya meyakini untuk penyelenggara Pemilu saat ini tentu sudah memperbaiki diri. Berkaca pada Pilkada serentak 2020 lalu, KPU mulai melakukan uji coba aplikasi e-Rekap saat pemungutan dan penghitungan suara.

"Sekarang sudah punya e-Rekap tentu akan mempermudah kerja penyelenggara. Itu pelajaran yang diambil dari kasus terdahulu," jelasnya. Ketika Pilpres 2019 lalu, banyak penyelenggara yang meninggal. Kemudian Pilkada serentak di tengah pandemi bisa dibilang tanpa korban, tentu hal ini perlu dicermati.

"Saya rasa perlu digali lagi pelajaran di masa lalu. Agar Pemilu nanti berjalan aman tanpa ada korban jiwa," tandasnya. (enn/ji)






BERITA BERIKUTNYA

loading...