116 KK Kehilangan Rumah

Rabu, 09 Juni 2021 | 10:02:23 WIB

HANGUS: Kobaran api yang membakar ratusan rumah di kabupaten Tanjab Timur, tepatnya di Pasar Desa Mendaharatengah, Kecamatan Mendahara.
HANGUS: Kobaran api yang membakar ratusan rumah di kabupaten Tanjab Timur, tepatnya di Pasar Desa Mendaharatengah, Kecamatan Mendahara.

BUNGOINDEPENDENT.COM, MUARASABAK - Untuk kesekian kalinya, musibah kebakaran kembali melanda Kabupaten Tanjab Timur. Kali ini kebakaran besar terjadi di Pasar Desa Mendaharatengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur, Selasa (8/6) pagi.

Musibah kebakaran ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi di Kabupaten Tanjab Timur, dalam kurun waktu lima hari. Sebelumnya kebakaran terjadi di Kecamatan Rantaurasau pada 4 Juni 2021, yang menghanguskan dua rumah warga, selanjutnya di Kecamatan Sadu pada 6 Juni 2021 menghanguskan lima rumah dan tiga bangunan walet warga.

Terakhir, di Kecamatan Mendahara pada 8 Juni 2021 yang menghanguskan 109 rumah, ditambah 14 rumah yang dirubuhkan. Kejadian diperparah dengan kondisi bangunan yang terbakar mayoritas berbahan kayu, serta lokasi kejadian yang berada di pinggiran sungai. Ini membuat hembusan angin cukup kencang, sehingga api dengan mudah berkobar dan melahap bangunan milik 116 kepala keluarga setempat.

Camat Mendahara, Amri Juhardy, saat diwawancarai di lokasi kejadian mengatakan, awal mula kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00, setelah tim pemadam kebakaran dari kecamatan dan alat pemadaman dari beberapa perusahaan di sekitar lokasi serta dibantu warga sekitar, berjibaku memadamkan api yang berkobar.

"Kalau dari informasi sementara, ada 109 rumah yang terbakar dan 14 rumah lainnya terpaksa dirobohkan untuk memutus kobaran api agar jangan merambat ke rumah lainnya. Untuk penyebab belum diketahui, karena masih dalam penyelidikan pihak berwajib," ucapnya.

Menurutnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya ada satu orang ibu-ibu yang mengalami luka bakar ringan dan sudah mendapat perawatan medis.

Dari hasil pantauan Jambi Independent di lokasi, korban memilih untuk mengungsi di rumah kerabat terdekat. Mereka enggan menempati lokasi pengungsian yang telah disediakan petugas.

Kapolres Tanjab Timur AKBP Deden Nurhidayatulah saat diwawancarai ketika meninjau lokasi kebakaran menjelaskan, dugaan awal api muncul dari bangunan tengah rumah milik Karim, yang juga digunakan sebagai toko sembako.

"Melihat kondisi demikian, selanjutnya masyarakat sekitar membantu memadamkan, namun api semakin membesar dan api membakar bangunan rumah masyarakat sepanjang tepi sungai RT 10, RT 11," ujarnya.

Tak sampai di situ, selanjutnya api membakar bangunan rumah warga di Jalan Makmur RT 07,dan kemudian api juga membakar bangunan rumah warga di Jalan Teladan RT 12.

"Masyarakat berupaya melakukan pemadaman manual dibantu dengan satu unit mesin Damkar Kecamatan Mendahara, satu unit mesin Damkar PT Borneo dan dua unit mesin Damkar PT PSPJ, dan pukul 09.00 api berhasil dipadamkan," kata Deden.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjab Timur, Robby Nahliyansyah saat diwawancarai usai menyaksikan pemberian bantuan dari Polda Jambi dan Polres Tanjab Timur di lokasi, menyampaikan ucapan prihatin dan turut berduka cita atas musibah yang dialami oleh warganya di Desa Mendaharatengah.

"Tidak ada yang menginginkan terjadinya musibah seperti ini. Ini adalah kesedihan kita bersama. Antisipasi dini sudah sering kita lakukan dengan memerintahkan pihak Damkar kecamatan untuk memeriksa kesiapan peralatan Damkar yang ada di setiap kecamatan," tuturnya. Pemerintah daerah saat ini tengah berupaya mempercepat pengiriman bantuan ke lokasi kebakaran agar bisa segera dimanfaatkan oleh para korban kebakaran. (ji/bi/pan)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...