Tanjung Belit Paling Aktif Bentengi Warga dari Corona

Selasa, 08 Juni 2021 | 16:15:31 WIB

Pemdus dan BPD Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa membagikan masker gratis dan cek suhu warga yang masuk ke Dusun Tanjung Belit, Selasa(08-06-2021).
Pemdus dan BPD Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa membagikan masker gratis dan cek suhu warga yang masuk ke Dusun Tanjung Belit, Selasa(08-06-2021).

Rawan Corona Karena Didiami Banyak

Pendatang dan Jalur Perlintasan

BUNGOINDEPENDENT.COM, MUARABUNGO – Sejak pandemi covid-19 masuk ke Indonesia awal tahun 2020 lalu, Pemerintahan Dusun(Desa) Tanjung Belit termasuk Dusun yang paling aktif membentengi warganya dari virus yang sering disingkat dengan Corona tersebut.

Padahal Tanjung Belit merupakan daerah yang jauh dari pusat kota. Bahkan butuh tenaga ekstra untuk mencapai daerah ini. Namun, Tanjung Belit sangat pamiliar.

Pejabat tinggi di Kabupaten sudah tak asing lagi masuk ke daerah ini. Daerah ini juga bukan daerah asing bagi warga luar. Itu pula yang membuat pemerintahan Dusun Tanjung Belit terus waspada dengan penyebaran Corona.

Tanjung Belit memang dikenal kawasan paling banyak ditinggali pendatang. Selain karena berada di perbatasan dan jalur perlintasan ke Sumtera Barat, Dusun ini juga menjadi kawasan tambang batu bara.

Informasinya, tak kurang dari 700 pekerja dari berbagai daerah di Indonesia berada di kawasan ini. Mereka adalah para karyawan sejumlah perusahaan tambang yang beraktivitas di Tanjung Belit.  

Tanjung Belit yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo ini memang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tanjung Belit terkenal dengan mutiara hitamnya, yaitu batu bara.

Perusahaan batu bara dari group besar beraktivitas di daerah ini. Kondisi itu sekaligus membuat ekonomi daerah ini tumbuh dan memberikan kesempatan pekerjaan bagi warga sekitar. Termasuk membuat kesempatan mereka berkembang lebih banyak.

Namun, saat pandemic masuk ke Indonesia awal 2020 lalu membuat pemerintahan Dusun Tanjung Belit begitu khawatir. Maklum saja, karyawan perusahaan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu aktif bergaul dengan warga. Tak hanya karyawan yang banyak membaur, warga sekitar juga sangat banyak yang bekerja di perusahaan tambang. Otomatis kontak langsung sulit dihindari.

Melihat kondisi itu, Pemerintahan Dusun di bawah komando Rio Jondri Yusren sudah melakukan kewaspadaan yang tinggi sejak awal. Berbagai upaya dilakukan agar warganya terhindar dari virus mematikan tersebut.

Sejumlah program dijalankan. Seperti apa yang di arahkan pemerintah yang lebih tinggi. Baik berupa sosialisasi, mendirikan pasko pemeriksaan, pembagian masker hingga memberikan bantuan dari dana desa kepada warga terdampak Covid-19.

Tak sebatas itu, perusahaan yang beraktivitas di daerah ini juga sangat aktif. Selain membantu warga di bidang ekonomi, social, keagamaan, infrastruktur, pemuda dan pendidikan, sejak pandemic Covid-19 perusahaan tambang juga sangat aktif ikut mencegah warga dari Covid-19. Itu ditandai dengan sejumlah kegiatan perusaan ikut membantu mengatasi pandemic covid-19 di tengah warga yang sempat dipublikasikan.

Hasilnya memang cukup memuaskan. Meski termasuk daerah paling rawan, karena berada di perlintasan dan sangat banyak didiami pendatang. Dari data yang ada hanya terdapat dua orang yang sempat positif covid-19.

Satu orang informasinya dari kalangan karyawan dan satu lagi dari warga. Informasi terakhir, keduanya sudah dinyatakan sembuh.

Rio Jondri Yusren mengungkapkan, tahap pertama tahun 2021 saja mereka sudah menganggarkan dana Rp52 juta untuk program pencegahan dan dampak covid-19. Sementara tahun 2020 lalu jumlahnya juga tak sedikit.

Salah satu contoh program itu pada Selasa(8-6-2021). Pemerintahan Dusun Tanjung Belit dan BPD bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa mengadakan pembagian masker gratis kepada masyarakat yang hendak masuk ke Dusun Tanjung Belit.

Pembangian masker itu tepat di Posko yang didirikan. Sekaligus kata Jondri Yusren, semua warga dan orang luar yang masuk juga harus cek suhu.

Itu sesuai dengan program pusat seperti instruski Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Program itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 04 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

“Posko PPKM covid-19 ini telah berdiri sejak sebelum lebaran di bawah binaan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Hari ini kami bersama-sama, BPD, Babinkabtibmas, Babinsa melakukan pembagian masker gratis dan chek suhu,” kata Jondri Yusren.

Kata Jondri, itu adalah bagian dari banyak upaya yang sudah mereka lakukan untuk membentengi warga dari virus covid-19.     

“Kegiatan ini akan kami aktifkan sesuai petunjuk dari pemerintah," ulas Jondri Yusren.

Tujuannya kata Jondri, memberikan kesadaran kepada semua pihak bahwa virus covid-19 masih menjadi ancaman serius. Ancaman itu tak hanya di kota, tetapi juga di Dusun-dusun. Apalagi bagi warga Tanjung Belit, yang tergolong rawan karena berada di perlintasan dengan Sumbar dan didiami banyak pendatang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita berharap, dengan upaya kita ini bisa menekan penyebaran virus corona atau covid-19. Baik bagi warga kami maupun daerah lainya, termasuk karyawan perushaan,” ulas Jondri Yusren.(bi/azh/red)






BERITA BERIKUTNYA

loading...