Owner Arisan Diperiksa

Senin, 07 Juni 2021 | 12:05:01 WIB

DIPERIKSA: Tersangka Devi Sitohang, hari ini dijadwalkan akan diperiksa penyidik Subdit V Ditreskrimsus Polda Jambi.
DIPERIKSA: Tersangka Devi Sitohang, hari ini dijadwalkan akan diperiksa penyidik Subdit V Ditreskrimsus Polda Jambi.

BUNGOINDEPENDENT.COM, JAMBI - Pemeriksaan lanjutan terhadap Devi Sihotang (23), tersangka kasus penipuan arisan online Untung Amanah Real akan dilanjutkan penyidik Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi.

Pemeriksaan lanjutan kemarin urung dilakukan karena Devi saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Bayangkara Polda Jambi. Devi diketahui sedang hamil dua bulan dan kelelahan akibat kasus yang saat ini menjeratnya.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono melalui Kanit II Subdit V Ditreskrimsus Polda Jambi, Ipda Vrandoko mengatakan, setelah tertunda hampir seminggu, pemeriksaan terhadap Devi akan dilakukan hari ini, Senin (7/6).

“Pemeriksaan lanjutan kemarin belum dapat kami lakukan karena menyangkut kesehatannya, saat ini kesehatan yang bersangkutan telah membaik dan sudah kami jadwalkan pemeriksaan lanjutan akan kami lakukan pada Senin (hari ini,red) besok,” kata Ipda Vrandoko, Minggu (6/6).

Keterangan dari tersangka Devi sangat diperlukan, agar pihak penyidik dapat memeriksa saksi-saksi lain yang terlibat dalam kasus arisan bodong ini, seperti admin-admin arisan dan juga suami tersangka.

“Saksi yang kami periksa baru sebatas dari korban arisan ini, untuk bisa menentukan pemeriksaan saksi lainnya harus menunggu keterangan dari tersangka ini,” jelasnya.

Untuk perkebangan kerugian dan korban yang sudah melapor di sentra posko pengaduan online kasus arisan Untung Amanah Real ini, jumlah korban yang melapor telah mencapai 394 orang dari 22 provinsi di Indonesia dengan total kerugian mencapai Rp 6,2 miliar.

Sebelumnya, Devi Puja Winda Sihotang (23) Owner arisan online Untung Amanah Real Ditangkap Tim Ditreskrimsus Polda Jambi di rumah keluarganya pada Kamis (27/5) lalu di daerah Provinsi Bengkulu. Devi ditangkap atas tuduhan kasus penipuan arisan online dengan total korban yang sudah melapor sebanyak 334 orang dan kerugian mencapai Rp 5,3 miliar.

Devi kemudian dikenakan dengan pasal 372 jo pasal 378 KUHP dan/atau Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. (ji/bi/red/cr02/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...