PSU, Muarojambi Paling Rawan

Kamis, 27 Mei 2021 | 10:52:44 WIB

BUNGOINDEPENDENT.COM,  JAMBI – Hari ini, ada lima kabupaten kota yang melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Provinsi Jambi. Pengetatan keamanan tentu dilakukan. Aparat gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Linmas, menurunkan 1.360 personel. Setiap TPS, dijaga 8 personel Polri, untuk menjaga PSU yang aman, jujur dan adil.

“Jangan sampai kita kecolongan dengan persoalan kecil yang bisa menjadi besar,” kata AKBP Bagus Santoso Kasubdit Politik Ditintelkam Polda Jambi, saat dialog publik bersama Komunitas Pemilu dan Demokrasi (KOPIPEDE), Rabu (26/5).

Lanjutnya, dari 88 TPS yang melaksanakan PSU, terbanyak ada di Kabupaten Muarojambi yaitu 59 TPS. Polda Jambi sendiri menilai, Kabupaten Muarojambi ini memiliki tingkat kerawanan yang besar untuk terjadinya money politik.

“Mengingat tempat yang luas dan akses ke TPS yang jauh menjadi salah satu penyebabnya,” tambahnya. Kata Bagus, intimidasi bisa saja terjadi di Muarojambi. Ini yang harus diantisipasi dengan baik agar PSU di Provinsi Jambi tetap berjalan aman.

Lanjutnya, tingkat kerawanan kedua ada di Kota Sungaipenuh. Dia menyebutkan di Sungaipenuh ini yang paling rawan yakni ketidak netralannya. Kemudian, Kabupaten Kerinci yang memiliki ambang masalah pada jarak yang jauh, sehingga memerlukan mobilitas yang tinggi.

Kemudian Kabupaten Tanjab Timur memiliki tingkat kerawan yang sama dengan Kerinci, yakni akses yang sulit untuk menuju ke TPS. Pasalnya harus melewati jalur khusus seperti kapal, khusunya dalam penyaluran surat suara.

“Jangan sampai di sana (Tanjab Timur, red) terjadi pasang surut, jika itu terjadi maka penyaluran surat suara akan terbenggalai,” sebutnya. Selanjutnya, di Kabupaten Batanghari yang juga memiliki sedikit kerawanan dengan jarak yang jauh.

“Tentu kita berharap semua berjalan dengan baik dan lancar, jangan sampai ada PSU lagi, itu yang kita harapkan,” ungkapnya. Kemudian, dia juga menyebutkan jelas pelaksanaan PSU ini operasi juga harus dilakukan dengan gencar, untuk menciptakan situasi yang aman dalam pelaksanaan PSU.

Kegiatan Kopipede Provinsi Jambi itu yang bertema “Siapapun Pemenangnya, Adalah Gubernur Kita”. Hadir dalam kesempatan tersebut yakni tim sukses dari setiap paslon. Kemudian, anggota dari Bawaslu RI, Anggota DKPP RI, Ketua KPU RISekjen KPPD RI dan lain sebagainya.

Sekjen KPPD RI Bahren Nurdin mengatakan, untuk tetap melaksanakan PSU dengan baik dan sesuai dengan aturan. Pasalnya, siapapun yang akan memimpin Jambi atau yang menjadi pemenangnya, harus bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

“Kita ingin seluruh rakyat Jambi meyakinkan diri bahwa siapa pun yang terpilih, dialah guburnur rakyat jambi. Bukan gubernur sekelompok orang atau timses,” kata dia.

Kemudian, anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengkritisi penyelenggaraan pilkada di Jambi. Kata dia, terjadinya PSU ini, merupakan ketidaksempurnaan penyelenggara. Banyak persoalan yang terjadi, sehingga terjadinya PSU.

“PSU bagian dari koreksi kita, tentunya kita harus lebih berhati-hati dan menggunakan prosedur yang semestinya,” kata dia. Kemudian, dia menekankan bagaimana kemauan publik yang masih tinggi untuk menggunakan hak pilihnya. Kemudian logistik dan pemetaan kerawanan harus dilakukan dengan baik. “Meski tak ada kampanye dan tak ada masa tenang, tapi tetap harus dikontrol dan di awasi dengan baik,” tambahnya. (ji/bi/red/slt)






BERITA BERIKUTNYA

loading...