KPU Sebut Beban Kerja Pemilu 2024 Berat

Selasa, 16 Maret 2021 | 10:14:37 WIB

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal
Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal

BUNGOINDEPENDENT.COM, JAMBI - Pelaksanaan Pemilu nasional dan Pemilu lokal dipastikan akan dihelat di tahun yang sama, yakni 2024 mendatang. Pasalnya RUU Pemilu tidak masuk ke dalam Prolegnas Prioritas 2021. Sehingga, tidak akan ada perubahan jadwal pelaksanaan Pemilu dari UU yang sudah ada sebelumnya, yakni serentak tahun 2024.

Pemilu  2024 mendatang akan menjadi tugas berat bagi penyelenggara pemilu. Perlu kesiapan yang matang, dan belajar dari pengalaman agar kesalahan sama tidak terulang.

Pasalnya, jarak waktu antara pelaksanaan Pemilu nasional yakni Pilpres dan Pileg dan Pemilu Lokal (Pilkada) serentak, hanya beberapa bulan dalam satu tahun. Pileg dan Pilpres direncanakan digelar April 2024 sementara Pilkada serentak digelar November 2024.

Berkaca pada Pemilu 2019 lalu dimana Pilpres dan Pileg digelar bersamaan, tak sedikit penyelenggara Pemilu yang kelelahan menjalankan tugas, hingga ratusan orang penyelenggara meninggal dalam masa tugas.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal, menyebutkan, keserentakan kontestasi politik ini yang digelar 2024 akan membuat beban kerja penyelenggara Pemilu semakin berat.

"Ketika digelar bersamaan, semua dikerjakan bersamaan dengan tahapan Pilkada dan Pemilu, tentu sangat berat dan rumit," katanya.

"Persiapannya bukan kerja ringan, apalagi ini kan ada 11 kabupaten/kota termasuk Jambi yang menggelar Pilkada. Ditambah lagi Pilpres dan Pileg, tentu akan sangat berat," tambahnya.

Kendati demikian, lanjut Apnizal, KPU RI tentunya akan mencari formula yang cocok dalam mensiasati tahapan kontestasi politik kali ini.

"Tahapan setahun sebelum pelaksanaan, harus dipersiapkan dengan matang," katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik Jambi, Citra Darminto menyebutkan, penyelenggara Pemilu tentu harus segera memetakan skema penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

"Ini bukan tugas ringan. Harus memang benar-benar diperhatikan segala skemanya dengan matang. Agar kejadian buruk di masa lalu tidak terulang," katanya.

Dirinya meyakini untuk penyelenggara Pemilu saat ini, tentu sudah memperbaiki diri. Berkaca pada Pilkada serentak 2020 lalu, KPU mulai melakukan uji coba aplikasi E-Rekap saat pemungutan dan penghitungan suara.

"Sekarang sudah punya E-Rekap tentu akan mempermudah kerja penyelenggara. Itu pelajaran yang diambil dari kasus terdahulu. Saya rasa perlu digali lagi pelajaran di masa lalu. Agar Pemilu nanti berjalan aman tanpa ada korban jiwa," tandasnya. (ji/enn/muz/bi)






BERITA BERIKUTNYA

loading...